Zakat Salah Satu Pondasi Agama Islam

Zakat merupaka salah satu pondasi daripada agama Islam, yang mana sebagaimana sholat, apabila zakat tidak berdiri kokoh di dalam jiwa seorang muslim, maka sungguh dikhawatirkan wafatnya tanpa membawa Islam. Sebagaimana yang dikatakan oleh para Ulama bahwasanya, zakat, sholat, haji, kesemuanya ini salah satunya saling mengikat. Imam Al Haddad di dalam Nashaih Dinniyahnya beliau mengatakan, “apabila seseorang menjalankan kewajiban sholatnya, seseorang pergi haji ke Baitillahil Haram, seseorang berpuasa di bulan suci Ramadhan, namun dia enggan tidak mau menunaikan kewajiban zakatnya, maka sholatnya tidak diterima oleh Allah, puasanya tidak diterima oleh Allah, hajinya pun tidak diterima Allah SWT sebab semua ini satu sama lain saling mengikat. Pondasi-pondasi di dalam agama Islam yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam haditsnya, “BAHWASANYA AGAMA Islam didirikan diatas 5 pondasi, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah & Nabi Muhmmad adalah utusan Allah, kemudian sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, Zakat, dan Haji ke Baitillahil Haram. Ini semua adalah pondasi agama Islam yang harus kita tunaikan dengan sebaik-baiknya.

                Apabila kehidupan kita ingin berkah, rezeki kita ingin diberikan keberkahan dan lancer oleh Allah SWT, maka tunaikan kewajiban zakat kita kepada Allah, sebab ketahuilah dinamakan zakat, zakat diambil dari kata azzakaah yang berarti kesucian dan bertambah. Ulama mengatakan, “zakat dinamakan zakat karena orang yang menunaikan zakat hartanya akan bertambah dan bertambah dan suci dari segala kotoran. Sebab yang namanya harta pasti saja ada hal yang tidak kita tahu di dalamnya. Akan tetapi apabila kita tunaikan zakatnya kewajiban zakat, maka harta tersebut Insya Allah disucikan oleh Allah SWT. Itu yang menolak bala’. Sehingga disebutkan, “tidak ada harta yang hancur di daratan maupun di lautan melainkan karena sebabnya zakat tidak ditunaikan oleh seorang hamba.

                Dahulu ada satu orang di negeri hadhramaut. Dia ini adalah seorang pedagang besar. Hartawan besar. Namun beliau ini sebagaimana yang disebutkan oleh Alah di dalam Al Qur’an, “adalah manusia-manusia yang mana perdagangan, jual beli, tidak membuat dia lalai dan lupa kepada Allah SWT. Dia jalankan kewajibannya kepada Allah SWT”. Dia itu bisnisnya sembako, dia ambil beras dari pada saat itu dia ambil barang dari India. Beras, gula, bahan makanan pokok, bersama rekan-rekan yang lain. Teman-temannya pun melakukan bisnis yang sama. Sehingga suatu kali dia ambil barang banyak dari India, berupa gula satu kapar besar. Bersama teman-temannya yang lain mengambil barang dengan kapalnya masing-masing. Dia di Tarim menunggu barangnya datang dari India. Tiba-tiba dapat kabar orang-orang datang, “kapal-kapal yang membawa barang dari India semuanya tenggelam ada badai besar”. Mereka datang kepada ini Habib dan berkata, “kapal yang membawa gula engkau dari India ikut tenggelam”. Al Habib spontan berkata, “Demi Allah! Saya punya barang tidak akan hancur dan tidak akan tenggelam”. “habib ini karab sudah pasti, semuanya sudah benar kabar ini”, jawab orang-orang. Lalu habib menjawab, “tidak! Buktikan nanti”. Ternyata benar, setelah satu minggu kabar kapal datang kecuali kapalnya ini Habib. Kemudian ditanya, “Habib tahu dari mana?”. Lalu Habib menjawab, “ya saya tahu. Sebab saya tahu betul selama ini saya menunaikan kewajiban zakat yang Allah perintahkan kepada saya. Tidak akan hancur janji dari Allah SWT”. Karena itu hadirin, kita sekalian kita punya harta kita punya uang, emas, perak, kita punya kambing banyak misalnya, kalau unta tidak ada di sini. Atau punya sapi banyak sesuai dengan nishab dan aturannya. Maka wajib kita tunaikan zakatnya. Demikian juga zakat perdagangan. Kita punya dagangan setiap tahunnya apabila sudah berlalu satu tahun pernuh maka wajib dihitung . barang dagangan yang ada, kita tidak mengerti datangi para ulama. Kepada para kyai para habaib, Tanya hukum tentang berzakat.

                Di kota Palu, ada satu orang sholeh, ini dia ayahnya Syaikh Ridwan bin Kartim Al Amry.  Syaikh Kartim Al Amry. Beliau pedagang besar. Tetapi dipuji oleh Al Habib Idrus bin Salim Al Jufri. Beliau berkata, “saya tidak mengenal orang di kota palu yang lebih telaten yang lebih bagus di dalam menunaikan zakat, sebagaimana Syaikh Kartim Al Amry ini”. Itu kalau sudah waktunya dia berzakat, semuanya dihitung. Sampai kancing dihitung. Bahan dihitung permeter. Baru setelah itu dia datang kepada Al Habib Idrus, “ Ya Habib Idrus, berapa zakat yang mesti saya tunaikan? Ini hitung-hitungannya, detail semuanya.” Hingga dipuji oleh seorang Arif Billah.

Begini kewajiban kta, kita tidak dilarang untuk cari dunia, kita tidak dilarang oleh Allah SWT untuk bekerja, bahkan kalau kita tunaikan kewajiban kita di dalam mencari nafkah dari harta yang halal, setiap keringat yang menetes ditulis pahala oleh Allah SWT. Sampai disebutkan di dalam hadits Rasulullah SAW, “ barang siapa yang tidur di malam hari, dalam keadaan lelah karena banting tulang mencari nafkah dari harta yang halal dia tunaikan kewajibannya maka tidur dalam keadaan lelah sedangkan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.

                Bahkan disebutkan lagi oleh Rasulullah SAW, “3 orang dari penghuni surga diantaranya adalah seorang yang terhormat, maksudnya terhormat tidak minta-minta di jalan, dia bekerja banting tulang demi untuk menjaga kehormatannya tidak mau meminta-minta dari siapapun, dia nafkahi anak keluarganya, Nabi bilsng orang yang seperti ini ialah orang yang masuk surga. Karena itu tunaikan kewajiban kita yang diwajibkan oleh Allah SWT. Kita akan berkah hidup kita, akan enak hidup kita, rezeki kita dilancarkan oleh Allah SWT. Ini janji dari Nabi besar Muhammad SAW, sampai beliau mengatakan, “bentengi harta kalian dengan zakat”.

                Harta kalau kita mau menjaga tidak akan di rampok, tidak akan dicuri, tidak dicuri, tidak akan hilang perdagangan kita itu, kita bentengi dengan berzakat sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. Kalau ada yang sakit diantara kita obatnya adalah sedekah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan di dalam hadits yang lain beliau bersabda, “tidak akan hilang itu harta di lautan maupun di daratan melainkan karena harta yang tidak ditunaikan kepada Allah SWT”. Di dalam hadits disebutkan, “ barang siapa yang tidak mau menunaikan zakatnya, maka Allah akan kirim orang-orang dzalim yang merusak hartanya”. Na’udzubillahi mindzaalik.

                Karena itu tunaikan. Di dalam hadits disebutkan, “siapapun di dalam umatku memiliki emas, perak, harta, dan dia tidak mau tunaikan kewajiban zakatnya, melainkan emas, perak, hartanya, akan datang di hari kiamat untuk menyetrika orang tersebut. Na’udzubillahi Mindzaalik. Sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an, “itu kening mereka, wajah mereka disetrika oleh emas perak yang selama ini mereka timbun. Na’udzubillahi Mindzaalik. Maka itu tunaikan zakat kita, jalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, maka akan diberika keberkahan untuk kita oleh Allah.

Mudah-mudahan kita diberika keberkahan oleh Allah. Dijadikan oleh Allah sebagai orang-orang yang menunaikan kewajiban yang telah diwajibkan kepada kita. Sehingga kehidupan kita menjadi berkah rezeki kita menjadi berkah..

                Yaa Robbal ‘aalamiin…

dikutip dari tausyiah Habib Ahmad bin Nouvel Jindan di Majelis Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *