Rasulullah SAW Diejek Oleh Kafir Quraisy Karena Tidak Mempunyai Keturunan Disebabkan Anak Lelakinya Meninggal Dan Turunnya Surat Al-Kautsar

Imam Jalaluddin As-Suyuti didalam tafsirnya Jalalain Juz 2 hal. 1390 menjelaskan bahwa: Imam Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadits melalui As-Saddi yang telah menceritakan bahwa orang-orang Quraisy apabila ada seorang lelaki kematian anak laki- Iakinya, maka mereka mengatakan bahwa si fulan telah terputus. Ketika putra Nabi SAW meninggal dunia, maka Al-‘As Ibnu Wail mengatakan: “Muhammad telah terputus”, lalu turunlah ayat:

 إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus”. (QS. [108] Al-Kautsar : 3)

Imam Bazzar dan lain-lainnya telah mengetengah­kan sebuah hadits dengan sanad yang sahih melalui Ibnu Abbas r.a, yang telah menceritakan bahwa Ka’b Ibnul Asyraf datang berkunjung ke Mekah. Orang-orang Quraisy berkata kepadanya: “Engkau adalah pemimpin mereka, tidakkah kamu lihat orang yang sabar lagi terputus oleh kaumnya ini (yakni Nabi Muhammad); dia mengira bahwa dirinya lebih baik daripada kami, padahal kami adalah ahli Haji, pemilik Siqayah dan Sidanah”. Lalu Ka’b Ibnul Asyraf menjawab: “Kalian lebih baik daripadanya”. Maka turunlah ayat ini, yaitu Firman-Nya:

 إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣

 “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus”. (QS. [108] Al-Kautsar : 3)

Imam Baihaqi di dalam kitab Ad-Dala-il-nya, telah   mengetengahkan pula hadits yang serupa melalui Muhammad Ibnu Ali; di dalam hadits yang diketengahkannya itu disebutkan bahwa nama anak Nabi SAW yang meninggal itu bernama Al-Qasim.

Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Sa’id Ibnu Jubair sehubungan dengan firman-Nya:

 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢

 “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah”. (QS. Al-Kautsar [108] : 2)

Said Ibnu Jubair mengatakan, bahwa ayat tersebut diturunkan pada hari Perjanjian Hudaibiyah; Nabi SAW kedatangan Malaikat Jibril seraya berkata kepadanya: “Berkurbanlah dan dirikanlah shalat”. Lalu Nabi SAW berdiri untuk melakukan khutbah Hari Raya, kemudian shalat dua raka’at. Setelah itu Nabi SAW pergi menuju ke tempat unta kurbannya, lalu menyembelihnya.

Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan pula hadits lainnya melalui Syamr Ibnu Atiyyah yang telah menceritakan: “Sesungguhnya Aqabah Ibnu Abu Mu’it telah mengatakan bahwasanya tiada lagi anak yang masih hidup bagi Nabi SAW, dia adalah orang yang terputus keturunannya”. Maka Allah menurunkan ayat ini sehubungan dengan dia.

Imam Ibnul Munzir telah mengetengahkan sebuah liadits melalui Ibnu Juraij yang telah menceritakan: Telah sampai suatu hadits kepadaku bahwasanya ketika Ibrahim anak Nabi SAW meninggal dunia, orang-orang Quraisy mengatakan: “Kini Muhammad menjadi orang yang Abtar (yakni terputus keturunannya)”. Menden­garkan kata-kata tersebut Nabi SAW berduka cita, lalu turunlah ayat, yaitu Firman-Nya:

 إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus”. (QS. [108] Al-Kautsar : 3)

Ada beberapa riwayat mengenai sebab turunnya Surat Al-Kautsar tersebut, antara lain dan yang termasyhur adalah: ketika putera Nabi SAW, Al-Qasim, wafat dalam usia masih kecil, kaum musyrikin Quraisy (antara lain Al-Walid Bin Al-Mughirah, Al-‘Ash Bin Wa’il dan Abu Jahl Bin Hisyam) mengejek-ejek: “Lihatlah, Muhammad tak akan mempunyai keturunan”. Rasulullah SAW sedih mendengar hal itu, kemudian turunlah wahyu tersebut (Surah Al-Kautsar) yang membantah ucapan kaum musyrikin. Riwayat tersebut dikemukakan oleh Imam As-Suyuthi dalam kitabnya “Asbabun-Nuzul” dan dalam kitab tafsirnya “Ad-Dur Al-Mantsur”.

Kata “Abtar” pada akhir surah tersebut antara lain bermakna: “Orang yang terputus keturunannya”. Kata “Abtar” dimaksud tidak bermakna, jika kata “Al- Kautsar” tidak dipahami sebagai kata yang mencakup makna ” keturunan yang banyak “. Hal ini terkait dengan kata “inhar” atau “wanhar” (sembelihan atau dan sembelihan binatang ternak) karena terkait dengan kelahiran anak, yakni dengan adanya ‘aqiqah sebagai tanda syukur atas kelahiran anak.

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *