Mimpi Berjumpa Rasulullah SAW

Ada satu kisah dalam kitab Maulid Sarafal Anam, Al-Imam Abdul Wahid Bin Ismail meriwayatkan bahwa di Mesir terdapat seorang yang amat mencintai Nabi Muhammad SAW, dimana di setiap hari kelahiran Rasulullah SAW (tanggal 12 Rabiul Awal) dia mengadakan maulid besar. Satu ketika istri dari tetangganya bertanya kepada suaminya (keduanya adalah seorang yahudi) mengapa tetangga  mereka selalu mengadakan pesta besar di setiap tahunnya. Sang suami pun menjawab bahwa tetangga tersebut mengadakan pesta besar karena untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Di malam hari sang istri bermimipi melihat Rasulullah SAW, dia melihat rumah tetangganya yang muslim tersebut amat terang benderang. Karena merasa penasaran didatanginyalah rumah tetangga muslim tersebut, sang istri yahudiah mendapati bahwa yang membuat rumah itu terang adalah terdapatnya sekumpulan orang-orang yang berkumpul dengan wajah yang bercahaya terang bagaikan bulan purnama. Di dalam perkumpulan tersebut terdapat pula satu orang yang amat terang bagaikan matahari bersinar. Sang istri yahudiahpun terkagum-kagum dan kemudian bertanya kepada orang di sebelahnya, “Siapakah gerangan orang yang berwajah amat terang itu?” Orang tersebut pun menjawab, “Tahukah kau  itu adalah Rasulullah SAW dan yang ada di sekelilingnya adalah para sahabatnya.” Kemudian sang yahudiah bertanya kembali, “Untuk apakah beliau datang ke rumah tetanggaku?” Orang yang di sebelahnya menjawab, “Rasulullah mendatangi rumah tersebut untuk memberikan berkah dan keselamatan dari Allah ta’ala karena sang pemilik rumah (muslim) telah mengadakan maulid untuk Rasulullah.” Yahudiah kemudian tertarik dan kembali bertanya,”Ketika aku memanggil beliau, akankah beliau menjawab panggilanku?” Orang tersebut menjawab,”Ini Rasulullah SAW yang berakhlak mulia, yang agung, yang tidak pandang bulu. Yang jika dipanggil oleh seorang miskin dan si yatim beliau akan menjawab dengan cepat. Beliau adalah ayah terbaik bagi para yatim, para fakir miskin dan para janda yang lemah.”

Kemudian wanita yahudiah itu memanggil nabi dengan polos, “Ya Muhammad.” Rasulullah pun menoleh dan menjawab panggilan wanita tersebut dengan penuh akhlak, kasih sayang dan perhatian. Wanita yahudiah terperanjat akan sahutan Rasulullah dan bertanya, “Mengapa kau menjawab panggilanku? Padahal kau dan aku berbeda agama. Aku Yahudiah dan kau adalah nabi Muhammad.” Rasulullah menjawab, “Aku tidak menjawab panggilanmu melainkan setelah aku tahu Allah akan menurunkan hidayah kepadamu.” Wanita yahudiah inipun terperanjat dan menangis, sampai akhirnya dia mengucapkan dua kalimat syahadat (masuk Isalam) karena sebab akhlak yang telah diperlihatkan oleh Rasulullah. Terbangun dari mimpinya wanita yahudiah ini masih menangis, dia merindukan Rasulullah, menetapkan hati dan menyatakan keislaman dan keimanannya kepada Allah dan  Rasulullah. Wanita yahudiah inipun berniat untuk mengadakan maulid di esok paginya.

Pagi harinya wanita yahudiah ini bingung perihal suaminya yang diketahuinya masih seorang yahudi pada saat itu. Ternyata sang suami  sudah bangun lebih dulu,  wanita yahudiah ini mendapati rumahnya dalam keadaan yang ramai tidak seperti biasanya. Sang suamipun terlihat sibuk mempersiapkan sebuah acara. Ditanyakanlah kepada suaminya apa yang sedang dia lakukan, sang suami menjawab, “Aku tidak sedang melakukan apa-apa melainkan mempersiapkan sebuah pesta maulid besar seperti yang dilakukan oleh tetangga muslim kita. Sebagaimana keinginan tersebut adalah keinginan darimu yang telah masuk islam dihadapan Rasulullah.” Sang istripun kaget, karena tidak ada seorangpun yang mengetahui rahasianya perihal telah masuk Islam. “Darimana kau mengetahuinya wahai suamiku?” tanya sang istri. Sang suamipun berkata, “Aku tahu betul apa-apa yang terjadi padamu di dalam mimpi, karena Rasulullah lah yang menceritakannya dan kemudian juga membuat diriku memeluk agama Islam di tangan beliau.”

Kini keduanya telah beragama Islam berkat maulid yang telah dilakukan oleh tetangga muslim mereka. Alhamdulillah suatu keberkahan.

Dikutip dari tausyiah Habib Ahmad bin Nouvel Jindan (Majelis Silaturahim Gabungan)

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *