KH Rahmatullah Shidiq (1923-1979)

KH Rahmatullah Shidiq dilahirkan pada 12 November 1923 dari pasangan H. Muhammad Shidiq yang lebih dikenal dengan Guru Shidiq dengan Hj. Rohimah.

Sejak kecil Rahmatullah sudah dididik bekerja keras karena pada zaman penjajahan Belanda menuntut anak di bawah umur harus bekerja membantu orang tua mencari nafkah. Rahmatullah menjajakan kue keliling kampung dan setelah itu belajar al-Qur’an di rumah kakeknya, H Daud bin Ismail yang dikenal dengan Guru Daud.

Selain belajar agama kepada ayahnya, Rahmatullah juga menempuh pendidikan di sekolah HES (Holladech Engels Scool) di Kebayoran Lama dan di Madrasah Unwanul Falah, Habib Ali Kwitang. Rahmatullah juga belajar agama kepada kakek dari ibunya, Guru Thohir yang pernah belajar di Makkah beberapa tahun. Ketika di Makkah, Guru Thohir bertemu dengan Guru Kholid yang kemudian kembali ke tanah air dan menetap di Gondangdia Jakarta Pusat.

Read more

KH. Abdul Hannan Sa’id (1923-2000)

kh andul hannan sa'idKH. Abdul Hannan Sa’id bin H. Sa’id bin Kasiman bin Qadim lahir di Serang Banten pada 04 April 1923. Ia memulai pendidikan formalnya di sekolah dasar pada usia 8 tahun dan selesai pada tahun 1936. Dalam bidang agama Hanan Sa’id belajar kepada KH. Tb. Sholeh Makmun di Pesantren Qur’an Lontar Serang Banten hingga khatam 30 juz selama 9 tahun.

Di Usia 19 tahun, atau tahun 1942 ia mulai mengajar di Madrasah Al-Ihsaniyah Serang Banten. Pada tahun 1950 ia pindah ke Tambun Bekasi dan mengajar di Madrasah An-Nasyi’ah. Di Tambun Bekasi, ia menikah dengan Siti Nurjanah binti Akhir pada 15 November 1950 dan dikaruniai 5 orang putra. Pada 7 Agustus 1975 istrinya, Siti Nurjanah wafat kemudian Hannan Sa’id menikah kembali pada 12 November 1975 dengan Siti Umayyah binti H. Nalim, perempuan Betawi Kampung Baru Sukabumi Udik (Selatan) Jakarta Barat dan mendapat keturunan 3 orang putra dan 2 orang putri. Penulis adalah anak kedua dari pernikahan Hanan Sa’id dengan Siti Umayyah.

Read more

KH. Abdul Rasyid Ramli (1922-2006)

kh abdul rasyid ramliKH. Abdul Rasyid Ramli lahir di Kampung Mangga, Tugu Selatan, Koja Jakarta Utara pada tahun 1922. Ayahnya bernama H. Ramli bin H. Sa’inan dan Ibunya bernama Hj. Jahariyah binti H. Jahari (Guru Ja’ang). Ayahnya pernah belajar di Makkah selama tiga tahun dan sekembalinya ke tanah air ia menikah dan menjadi guru mengaji di kampungnya.

 Ayahnya menyerahkan Rasyid kepada Guru Nausin untuk mengaji sampai usia baligh dan melanjutkan mengaji sekaligus nyantri di Madrasah Islam Wal Ihsan yang dipimpin dan diasuh oleh KH. Abdul Salam bin H. Hasni yang dikenal oleh masyarakat Betawi dengan sebutan Guru Salam Rawa Bangke (Rawa Bunga) Jatinegara selama 6 tahun.

Read more

KH. Muhadjirin Amsar Ad-Dary (1921-2003)

kh muhadjirin amsarKH. Muhadjirin Amsar Ad-Dary dilahirkan di Kampung Baru Cakung Barat Jakarta Timur pada 10 November 1921. Nama Ad-Dary diambil dari Ma’had Daarul Ulum Makkah, tempat ia menuntut ilmu dan hampir semua alumninya memakai nama Ad-Dary di belakang namanya.

Muhadjirin Amsar menuntut ilmu kepada banyak guru, yaitu Guru Asmat, H. Mukhoyar, mu’alim H. Ahmad, KH. Hasbiyallah, mu’allim H. Anwar, H. Hasan Murtaha, Syaikh Muhammad Tohir, Ahmad bin Muhammad murid dari Syaikh Mansur Al-Falaky, KH. Sholeh Ma’mun Banten, KH. Abdul Madjid dan Habib Ali Kwitang. Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya di Daarul Ulum Ad-Diniyah, Makkah, Arab Saudi dari tahun 1947 hingga 1955. Selama di Makkah ia juga mengikuti pendidikan di Masjidil Haram dan setiap musim panas di Masjid Nabawi.

Read more

1 2 3 4 12