Memanggil Saudara Kita Dengan Gelarnya

KAJIAN KITAB AL MUKHTAR MINAL ANWAR FII SHOHBATIL AKHYAR

OLEH HABIB AHMAD BIN NOUVEL JINDAN

MAJELIS WAKAF HABIB SALIM BIN AHMAD JINDAN SABTU SORE

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014

Dalam pertemuan kali ini, kita masih akan membahas tentang hak persaudaraan. Insya Allah kita satu sama lain bersaudara, yang saling mencintai karena Allah SWT.

Hak persaudaraan yang berikutnya (yang ke-15) adalah hendaknya kita memanggil saudara kita bukan hanya sekedar namanya, tetapi panggil dia dengan gelarnya, secara khusus di hadapan nya atau di hadapan orang lain.

Ketika kita menjalankan ini, saudara kita akan merasa dihargai dan mempunyai tempat di atas kita. Dengan begitu maka kasih sayang dan kecintaan akan makin kuat diantara keduanya.

Beberapa kaum sholihin mengatakan, “Kalau engkau memanggil sahabatmu, panggillah dia degan gelar yang penuh pengagungan, maka sungguh kecintaan akan berakar di dalam hatinya.”

Read more

Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan Sabtu Sore

Nasihat Habib Ahmad bin Nouvel Jindan

Penutupan Sementara

Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan Sabtu Sore

Sabtu, 7 Juni 2014

Sore ini adalah penutupan sementara pengajian kita di wakaf, kita akan sangat rindu, tau yang bikin rindu apa? Pertama kita tutupnya di awal banget yaitu di awal sya’ban, yang kedua yang bikin kangen bukanya nanti belakangan banget. Saya merasa dan saya yakin temen-temen juga merasa kenikmatan yang ada disini. Bagaimana tidak, jika kita tidak merasakan kenikmatan disini kita tidak akan hadir disini setiap sabtu. Saya dateng dari jauh, dari ciledug. Berangkat dari rumah jam dua kadang sampai sini jam empat atau setengah lima, kenapa kita ladenin karena nikmat, kita tidak berasa ada di dunia. Dua puluh empat jam kita sibuk dengan dunia kita ketika masuk disini hilang semua urusan dunia seakan kita tidak berada di dunia, seakan akan kita di syurga. Sehingga jika ada dari salah satu dari kita saat ini bersumpah sedang di syurga dia tidak dusta. hanya  mungkin dosa yang sudah terlalu banyak berada di hati kita, kita tidak merasakan nikmatnya tapi jika hati kita bersih dari kotoran kita akan sadar bahwa kita sebenarnya ada di syurga, syurga dengan arti kata sesungguhnya. Sebab yang bilang bukan ane, tapi Rasul SAW “Jika kalian melewati taman syurga maka mampirlah, apa itu taman syurga, perkumpulan dzikir dan perkumpulan ilmu”. Walau ni hati sudah numpuk akan kotoran tapi sedikit kita akan merasakannya. Ya Robb semoga kenikmatan ini tidak akan hilang dari hati kita.

Read more

Penghormatan Kepada Saudara Dengan Berbagai Cara

Kajian Kitab Al Mukhtar Minal Anwar Fii Shohbatil Akhyar

Oleh Habib Ahmad bin Nouvel Jindan

Di Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan

Sabtu, 31 Mei 2014

Hak persaudaraan yang berikutnya adalah apabila saudara kita datang, kita tunjukkan penghormatan kita kepada saudara kita yang baru saja datang dengan berbagai cara. Salah satu caranya adalah ketika saudara kita datang maka kita berdiri menghampirinya dan sambut dia atau minimal ucapkan Ahlan Wa Sahlan dan berikan senyuman kepadanya. Ataupun memeluknya dang menggelar tempat duduk yang terbaik, jika duduk di lantai gelar untuknya karpet atau sorban seperti Rasulullah dahulu menggelar sorban beliau untuk duduknya tamu beliau, bahkan terkadang tamunya seorang yang kafir. Beginilah akhlak dan inilah kemuliaan. Ketika Habib Abdullah bin Idrus Alaydrus datang kerumah salah satu masayikh Syech Qobilah dengan mendadak tanpa memberi kabar maka Syech Qobilah gembira luar biasa. Habib Abdullah datang menggunakan kudanya dan ketika Habib Abdullah ingin turun Syech Qobilah tidak membolehkan Habib Abdullah langsung turun begitu saja dan Syech Qobilah berkata Demi Allah ya Habib Abdullah saya sumpah tidak mengizinkan Habib turun dari kuda sebelum menginjak punggu saya. Jika keadaannya seperti ini maka tidak akan ada tersisa kebencian dan kedengkian di hati, semuanya sirna.

Read more

Jangan Pandang Bulu Dalam Menjamu Saudara

Kajian Kitab Al Mukhtar Minal Anwar Fii Shohbatil Akhyar

Oleh Habib Ahmad bin Nouvel Jindan

Di Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan

Sabtu, 24 Mei 2014

 

C360_2014-05-24-17-13-12-300Hak persaudaraan, apabila ia datang kepadamu maka jamu dia dan muliakan dia. Siapapun dia dan jangan pandang bulu, letakkan setiap orang ditempatnya. Jangan yang hanya kita jamu dan kita hormati yang datang kepada kita adalah seorang pejabat atau seorang yang kaya. Rasulullah SAW bersabda , “Jika datang kepadamu seorang yang terhormat maka hormati dia sesuai dengan tempatnya”.  Namun zaman sekarang  zaman yang membingungkan, banyak ulama yang berbicara politik seperti pejabat sehingga kita bingung untuk menempatkannya di tempat yang mana, di tempat ulamakah atau di tempat pejabat.  Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang bersikap tawadhu (merendah diri) kepada orang kaya yang sholeh tetapi ketawadhuannya bukan karena ke sholehannya si kaya tapi karena kekayaannya, maka sungguh dua pertiga iman yang ada pada dirinya telah hilang”. Rasulullah SAW jika di panggil oleh si miskin maka beliau cepat mendatanginya. Bandingkan dengan diri kita  yang selalu mempunyai prasangka jika di panggil oleh si miskin.

Read more

1 2