Pecinta Keluarga Nabi Muhammad SAW

Sabda Rasulullah SAW: “Diantara bentuk kebaktian seseorang kepada orang tuanya adalah menyambung hubungan silaturahmi yang sebelumnya terjalin oleh orang tua.”

Imam Syafi’i berkata: “Saya mencintai orang soleh, walaupun saya bukan bagian dari mereka. Saya mengharapkan syafa’at dari mereka.”

Sebagaimana yang sudah terdengar perihal kecintaan dirinya terhadap Rasulullah SAW. Kecintaan yang besar yang dapat dibuktikan dengan hafalnya garis nasab keturunan Rasulullah, yang bahkan mungkin keturunannya pun belum tentu dapat menyebutkannya satu per satu. Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Pecinta suatu kaum masuk di dalam kaum tersebut.”

Read more

Bentuk Kegembiraan Atas Anugrah Terbesar Allah SWT (bag.4)

Syair dari Sayidina Abbas berbunyi, “Ya Rasulullah, engkau begitu harum, begitu indah, di bawah naungan Allah SWT. Kemudian engkau turun ke muka bumi bersama Nabi Adam Alaihisalam. Engkau adalah Lutfah yang ikut di atas bahtera Nabi Nuh yang dititipkan oleh Allah di sulbinya Nabi Nuh Alaihisalam. Engkau berpindah dari sulbi laki-laki mulia ke rahim wanita-wanita yang suci dan begitu seterusnya, hingga engkau berada di sulbinya Nabi Ibrahim saat Nabi Ibrahim dilempar oleh raja Namruj ke dalam api yang berkobar. Bagaimana mungkin Nabi Ibrahim terbakar sedang engkau berada di sulbinya?.”

Read more

Bentuk Kegembiraan Atas Anugrah Terbesar Allah SWT (bag.3)

Disampaikan oleh Sayidina Hasan bin Tsabit dalam syairnya, “Ya Rasulullah, mataku ini belum pernah melihat manusia yang lebih tampan selain wajahmu. Dan tidak ada yang lebih bagus dan lebih sempurna seperti dirimu, tidak ada lagi wanita-wanita yang dapat melahirkan anak seperti dirimu ya Rasulullah. Engkau diciptakan oleh Allah tanpa cacat. Seakan-akan engkau diciptakan sesuai dengan keinginan.”

Syair lainnya dilantunkan oleh Ka’ab bin Zuhair yang dikenal dengan Banat Su’ad sebelumnya adalah seorang penjahat besar, bahkan setelah ia masuk Islam Rasulullah masih merasa sakit hati atasnya. Kaum Muhajirin yang mengetahui akan rasa sakit hati Rasulullah tidak berkenan untuk membukakan pintu bagi Ka’ab bin Zuhair. Kemudian Sayidina Ka’ab mendatangi kaum Anshor untuk meminta saran, kaum Anshor menganjurkan Sayidina Ka’ab untuk datang saat Rasulullah mengerjakan solat subuh berjama’ah dan mengambil posisi solat tepat di belakang Rasulullah dengan “bermuhlatsam” (kebiasaan orang Arab terdahulu datang dengan kondisi wajah yang tertutup dan hanya terlihat matanya saja), dan ketika selesai solat mereka menganjurkan Ka’ab untuk memeluk Nabi dan membawakan pujian atasnya.

Read more

Bentuk Kegembiraan Atas Anugrah Terbesar Allah SWT (bag. 2)

Rasulullah berkata, “Barang siapa yang meminta kenaikan derajat di setiap solat dan juga meminta syafa’at di setiap akhir di saat mendengarkan adzan, maka dia akan mendapatinya.”

Perkumpulan yang di dalamnya menyebutkan sifat-sifat Nabi yang indah, dahulu dilakukan oleh para sahabat dan Nabi Muhammad SAW. Dan ungkapan kegembiraan ini bagian dari syukur nikmat.

Kisah lainnya disebutkan Nabi keluar dari dalam kamar, beliau mendengar suara-suara para sahabat yang sedang berbincang-bincang. Nabi bertanya apa yang diperbincangkan oleh para sahabat. Para sahabat menjawab mereka sedang membahas anugerah yang diberikan Allah untuk para nabi, diantaranya: Allah jadikan Nabi Musa sebagai Kalimullah, dijadikannya Nabi Ibrahim sebagai khalilullah, dsb.Rasulullah berkata, “Adapun karunia Allah untukku adalah aku pemimpin anak Adam, dan kelak benderaku menaungi anak Adam dan keturunannya.”

Read more

1 2 3