Kemuliaan Nisyfu Sya’ban

Sya’ban diambil kosa kata bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Umat Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Islam .Dinamakan Sya’ban, karena orang-orang Arab pada bulan-bulan tersebut yatasya’abun/berpencar untuk mencari sumber mata air. Dikatakan juga karena mereka tasya’ub/berpisah-pisah di gua-gua. Dan dikatakan juga sebagai bulan Sya’ban karena bulan ini muncul/sya’aba di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan.

Read more

IBADAH HAJI SEBELUM ISLAM

Pertanyaan:

Apakah ada ibadah haji sebelum Islam? Kalau ada, apakah seperti yang kita lakukan sekarang ini?

Jawab:

Kisah Nabi Ibrahim as. dengan Ka’bah tercantum dalam Al-Qur’an, Firman Allah kepada Nabi Ibrahim,Berpedoman dengan ayat tersebut, jelas bahwa ibadah haji pertama bukan oleh Nabi Ibrahim. Firman-Nya:

وأذن فى الناس بالحج يأتوك رجالاوعلى كل ضامريأتين من كل فج عميق(27)

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manu­sia.” (Ali Imran: 96)

Ahlul kitab (Nasrani-Yahudi) mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis (Jeru-salem). Karenanya Allah membantah dengan ayat tersebut di atas.

Read more

KEMULIAAN BULAN RAJAB

Bulan Rajab merupakan bulan mulia, banyak amalan yang bisa kita amalkan di bulan Rajab ini. Di antaranya berpuasa sebab  pertama yang harus kita ketahui bahwa bulan Rajab adalah salah satu dari empat  bulan yang diagungkan oleh Allah Swt yaitu; Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram.

 

Sangat banyak di dalam hadist yang menyebutkan tentang kemuliaan dan keistimewaan Asyhurul Hurum, yaitu empat bulan yang diagungkan dan bagaimana dianjurkan untuk beramal ibadah di dalamnya antara lain puasa, shadaqah, taubat, dan lain sebagainya.

 

Terdapat di dalam Riwayat, dahulu ketika Rasul Saw ditanya oleh salah seorang sahabat apakah Rasul benar berpuasa di bulan Rajab, maka beliau SAW menjawab “betul”. Beliau Saw berpuasa di bulan Rajab dan beliau pun mengagungkan dan mengistimewakannya, maka begitu pun kita dianjurkan berpuasa dan terserah sampai kapan saja bisa.

 

Ada beberapa riwayat walaupun hadist Dho’if akan tetapi sebagian besar  ulama Ahli hadist mengatakan bahwasanya hadist Dho’if sangat boleh untuk diamalkan dengan beberapa syarat.

 

Sebagian ulama ahli hadist menyatakan bahwasanya hadist yang Dho’if itu boleh diamalkan, boleh dijalankan dan boleh dipraktekkan dengan beberepa syarat yaitu bukan dipraktekkan sebagai hukum, sebab hukum hanya diambil dari hadist Shahih dan hadist Hasan. Hadost Dho’if boleh dipraktekkan dalam perkara fadha’ilal amal. yaitu amal ibadah yang bila kita kerjakan maka akan mendapat pahala dari Allah Swt. Maka kita kerjakanlah amal ibadah tersebut demi untuk meraih pahala yang tidak terdapat Halal-Haram di dalamnya namun hanya anjuran untuk mengerjakannya. kata para ulama silahkan mengerjakannya.

 

Puasa hari pertama di bulan suci Rajab banyak hadist  Dho’if yang meriwayatkan namun kita lihat puasanya itu. Hukum puasa ada di dalam hadist shahih yang menyatakan puasa adalah bagian dari agama dan bukan perkara yang haram. Maka silahkan. Hadist Dho’if ini menganjurkan untuk puasa sedangkan dalam hadist shahih, puasa memang dianjurkan. Silahkan kerjakan puasa itu.

 

Istighfar pun bagian dari agama. Dinyatakan dalam hadist-hadist yang Shahih. Di bulan suci Rajab juga dianjurkan untuk banyak beristighfar kepada Allah Swt dengan mengambil hadist Dho’if tersebut sebagai fadha’ilal amal, tidak dilarang oleh para ulama sebab seorang mukmin itu haus akan kebaikan, haus akan pahala dan kita pun demikian dan tidak ada orang yang bisa membatasi karunianya Allah.

 

Begitupun puasa di  empat bulan yang agung ini pada hari kamis, Jumat, Sabtu juga diberi pahala besar dari Allah Swt. Yang bisa kita lakukan maka lakukanlah. Dan bulan Rajab adalah bulan pengampunan Allah, bulan istighfar, minta ampun kepada Allah. Makanya guru-guru kita mengajarkan kepada kita bulan Rajab perbanyak istighfar kepada Allah. Biasanya dilakukan setelah sholat Subuh, Maghrib atau isya. guru-guru kita mengajarkan membaca: Rabbigfirli warhamni Watub’alayya.

 

Kita berdo’a setiap hari sebanyak 70 kali memohon kepada AllahRabbigfirli warhamni Watub’alayya” Ya Allah ampuni saya, Rahmati saya, terima taubat saya. Terkadang kita merasa heran ada beberapa orang jika kita beristighfar 70 kali sehabis Isya dan Subuh  di bulan Rajab dikatakan “ini Bid’ah, kullu bid’atin dholalah wa kullu dholalatin finnaar”. Mungkin dia berbicara seperti itu karena dia tidak punya dosa, kalau kita banyak dosa, dia suci dari dosa mungkin, dan kita beristighfar kepada Allah bukan hanya bulan Rajab, dzikir kita bukan hanya di bulan Rajab, setiap waktupun kita berdzikir kepada Allah, namun secara khusus bulan Rajab, guru-guru kita mengajarkan kita demikian.

 

Bulan Rajab adalah bulan pengampunan Allah, bulan baik, bulan yang besar anugerah dari Allah Swt dan tidak ada larangan mengkhususkan istighfar di bulan Rajab. Kamu tidak bisa megharamkan sesuatu berdasarkan hawa nafsu mu, tidak bisa seperti itu sebab agama ini bukan milik mu namun agama ini milik Rasulullah Saw. kalian yang tidak mau istighfar, jangan mengganggu orang yang ingin beristighfar. Hargailah mereka yang punya dalil, untuk melakukan amalan di bulan Rajab.
Di bulan suci Rajab ini bulan diterimanya perintah shalat oleh Rasulullah SAW dari Allah Swt, baguskan sholat kita, perintahkan sanak keluarga kita untuk sholat 5 waktu berjamaah di Masjid. Selain itu, bulan Rajab adalah bulan pembacaan kitab Shohih Bukhari dimana tempat mengharap ridho Allah, keberkahan dari Allah, pertolongan dari Allah bahkan untuk seluruh umat Islam, sebab ketika pembacaan kita shohih Bukhari itu pintu langit dibuka oleh Allah, do’a diijabah oleh Allah, kita minta kepada Allah semoga hajat-hajat kita diijabah dan dikabulkan oleh Allah Swt lebih dari apa yang kita harapkan, Alhamdulillah.

 

Dahulu ulama-ulama kita duduk di majelis mereka dengan membawakan hadist-hadistnya Rasulullah SAW seperti Al-Imam Malik bin Anas, beliau duduk di masjid Nabawi di hadapan makamnya Rasul Saw sambil membawakan hadist-hadist Rasulullah Saw. Semua ulama duduk di situ mendengarkan mereka datang dari berbagai penjuru untuk mendengarkan hadist yang disampaikan oleh Al-Imam Malik bin Anas, setelah  berlalu masa imam Malik datang para ulama yang lainnya. Imam Bukhari pun demikian beliau duduk di kursinya beliau membawakan hadist-hadistnya Rasulullah Saw.
Terkadang sekali duduk dibawakan sekitar seribu sampai sepuluh ribu hadistnya Nabi Muhammad Saw, yang di dalamnya ada ucapan, bimbingan, dan sejarah hidupnya nabi Muhammad Saw dibacakan. Dan  belum pernah ada seorang pun yang mengatakan bahwasanya perkumpulan hadist Nabi Muhammad Saw itu adalah bid’ah!! Tidak ada orang mengatakan itu, termasuk mereka yang sering  membid’ah kan. Anehnya kenapa Maulid di bid’ah kan? Padahal isinya juga kan hadist-hadist tentang lahirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sejarah hidupnya Rasulullah Saw, kenapa dibid’ah kan?
Nabi Saw terkadang menganjurkan ketika wudhu 3 kali, 2 kali dan kadang 1 kali usapan. Kenapa? Karena ingin mengajarkan kepda umatnya bahwa wudhu ini luas. Kalian ingin wudhu 3 kali? Boleh, sempurna. Kalian ingin wudhu 2 klai? Boleh! Kalian ingin wudhu sekali? Boleh! Intinya apa? Ini agama luas.

 

Nabi terkadang sholatnya di awal waktu, kadang di pertengahan waktu dan kadang di akhir waktu. Di satu waktu, Nabi Saw sholat dengan suara yang pelan, beberapa sahabat dengar bacaan mereka mengikuti, Ini agama luas maka jangan dipersempit.

 

ketika di pertempuran Khandak Nabi pernah berkata kepada para sahabat “Hendaknya tidak ada seorang pun dari kalian yang sholat Ashar hari ini, melainkan di perkampungan bani Quraidhah”. Para sahabat langsung bergegas menuju ke perkampungan Bani Quraidhah. Beberapa dari mereka yang telat, rombongan ini diperjalanan matahari hampir terbenam sedangkan mereka belum Sholat Ashar. Terjadilah perselisihan antara mereka. Satu kelompok berkata ”kita harus shalat Ashar sekarang sebentar lagi matahari terbenam dan kita belum sholat Ashar”
Dan satu lagi berkata ”tidak ada urusan mau matahari terbenam atau terbit lagi yang jelas Nabi menyuruh kita sholat Ashar di bani Quraidhah dan kita belum sampai di bani Quraidhah” mereka mengikuti ucapan Nabi apa adanya. Akhirnya satu kelompok shalat Ashar di situ dan kelompok yang lain menunggu tidak sholat Ashar disitu. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga mereka tiba di bani Quraidhah dan berjumpa dengan Rasulullah. Lalu mereka menceritakan kepada Rasulullah.

 

Mendengar hal itu, Nabi Saw merestui keduanya. Yang sholat di tengah jalan silahkan, yang sholat di bani Quraidhah setelah keluar waktu silahkan. Ini punya hujjah dan yang ini  juga punya hujjah. Ini punya dalil dan yang ini punya dalil, hargailah.

 

Yang menjadi masalah jika kamu memaksakan “Saya tidak suka Istighfar Rajab, yang lain tidak boleh istighfar, yang istighfar dia bid’ah masuk ke dalam neraka”. Kalau Kamu tidak mau istighfar yah silahkan. Kami tidak memaksa hanya kami ingin beristighfar dan jangan mengganggu kami, hargai dan hormati.

 

Kita saling sayang saling menghormati satu sama lain inilah agama kita mengajarkanlaa yukallifullahu nafsan illa wus‘aha” dalam ayat yang lain Allah Swt  mengatakanLaa iqraha fiddinitidak ada paksaan dalam beragama islam. Ini agama luas. Syariat nabi Muhammad Saw untuk setiap zaman, setiap waktu, setiao tempat, setiap generasi dan setiap keadaan beda-beda, tidak semua sama. Alhamdulillah. Mudah-mudahan hati kita dibersihkan oleh Allah Swt.  Masalah sebenarnya adalah penyakit hati dan ini yang perlu dibersihkan. Sikap fanatik yang berlebihan itu yang mesti dibuang. Mudah-mudahan kita dibimbing oleh Allah Swt.
Bulan suci Ramadhan sebentar lagi datang, kita pasang niat dari sekarang. Kata Al-imam Aljunaid bin MuhammadMan fata ‘ala nafsihi babuniyyatin shaliha fatahallahu ‘alaihi shafi’iina baaban min abwabittaufiqBarangsiapa yang buka pintu dalam hatinya niat yang bagus, tekad yang baik maka Allah akan bukakan baginya 70 pintu taufik, bimbingan Allah, kekuatan Allah untuk dia menjalankan tekadnya.

 

Bulan suci Ramadhan kita puasa sehari semalam dari habis Subuh sampai Maghrib hampir kurang lebih 12-13 jam. bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk berhenti merokok. Hidup tanpa asap rokok itu enak, lebih sehat. Tekadkan untuk berhenti merokok di bulan Ramadhan.
Artinya pasang tekad yang benar dan meminta pertolongan Allah. Jadi di bulan Rajab sedikit demi sedikit rokoknya dikurangi, bulan Sya’ban sampai nisfu Sya’ban lebih banyak berkurang dan Ramadhan sudah tidak  ngerokok sama sekali. Segala kemudahan akan diberi oleh Allah dan ini  program kita di bulan suci Ramadhan.
Mudah-mudahan Allah membimbing dan membuka hati kita…Aamiin..ya Rabbal ‘aalaminwashallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa aalihi washohbihi wasallam walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

*Dikutip dari tausyiah Habib Ahmad bin Novel Jindan

Mimpi Berjumpa Rasulullah SAW

Ada satu kisah dalam kitab Maulid Sarafal Anam, Al-Imam Abdul Wahid Bin Ismail meriwayatkan bahwa di Mesir terdapat seorang yang amat mencintai Nabi Muhammad SAW, dimana di setiap hari kelahiran Rasulullah SAW (tanggal 12 Rabiul Awal) dia mengadakan maulid besar. Satu ketika istri dari tetangganya bertanya kepada suaminya (keduanya adalah seorang yahudi) mengapa tetangga  mereka selalu mengadakan pesta besar di setiap tahunnya. Sang suami pun menjawab bahwa tetangga tersebut mengadakan pesta besar karena untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Read more

1 2 3