BERBUAT DOSA DAN BERTAUBAT

Perkara hukum wajib, sunnah, haram dan mubah merupakan perkara yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Apabila seorang muslim belum mengetahui hukum tentang suatu perkara dan perkara yang ia lakukan adalah wajib, maka ia harus meneruskannya meski pada awalnya ia tidak tahu hukum yang sebenarnya. Apabila seseorang melaksanakan sesuatu dan ternyata hukumnya sunnah, maka sayang jika ditinggalkan. Hendaknya ia tetap mengerjakannya.

Ada pun jika perbuatan yang dilakukan oleh seseorang adalah haram namun tidak ia sadari, maka ketika ia sudah mengetahui hukumnya, ia harus berhenti dan meninggalkannya.

Read more

Umur Manusia, Keadaannya Dan pergolakannya

Ketauhilah, setelah kami menyelidiki tentang umur manusia yang telah di capai anak adam, ataupun yang telah ia melaluinya, terbagi lima bagian. Pada tiap-tiap bagian dari umur-umur itu terdapat berbagai  pergolakan dan keadaan yang terus di alami oleh tiap-tiap seorang daripadanya, ada yang berlainan, ada yang bersamaan dan ada pula setengahnya sama dan setengah nya tidak sama.

Umur pertama: Dari sejak Allah Ta’ala menciptakan Adam a.s. dan di bekalkan zuriat pada tulang punggungnya. Di antara zuriat yang bahagia dan zuriat yang celaka. Maka zuriat itupun berpindah pindah terus-menerus dari tulang sulbi lelaki ke dalam rahim wanita, dan dari rahim wanita ke tulang sulbi lelaki, sehingga lahirlah tiap-tiap orang dari antara ayah dan ibunya.

Read more

DEFINISI AKHLAK MULIA

Sayid ‘Ali bin Abu Bakar As-Sakran ra berkata:

 

Akhlak yang mulia (husnul hulq) adalah sifat yang mencakup semua jenis kebaikan, ketaatan dan amal. Pada hakikatnya akhlak adalah sebuah sifat dalam nafs yang mendorong seseorang untuk melakukan berbagai perbuatan dengan mudah tanpa berpikir sebelumnya. Akhlak dibagi dua, mulia dan tercela. Secara global yang dimaksud dengan akhlak mulia adalah hubungan dan persahabatan yang baik dengan Sang Pencipta (Allah) dan ciptaan-Nya.

 

Berakhlak mulia kepada makhluk adalah dengan mengetahui bahwa mereka adalah rahasia takdir. Semua perilaku, bentuk fisik, rezeki dan ajal mereka telah ditentukan. Kemudian kita berbuat baik kepada mereka sesuai kemampuan. Sehingga mereka merasa aman dari gangguan kita dan mencintai kita sesuai pilihan mereka.

 

Berakhlak mulia kepada Sang Pencipta adalah dengan menyibukkan diri melaksanakan semua yang wajib dan sunah, serta mengamalkan semua keutamaan. Semua itu dilakukan dengan kesadaran bahwa dia hams meminta maaf kepada Allah atas semua kekurangannya dalam beribadah dan bersyukur kepada-Nya atas kebenaran yang dia lakukan secara sempurna. Dia berakhlak dengan akhlak-akhlak Allah Ta’ala, selalu berpaling dari selain- Nya, senantiasa menghadap kepada-Nya dan tak pernah berhenti mengingat-Nya. Sehingga hatinya berhiaskan cahaya dzikir asrorudz Dzat dan berubah menjadi lautan yang bergejolak karena hembusan angin kedekatan dengan-Nya. Sifat-sifat yang mulia pun akan menelusuri semua lorong jiwanya. Pada saat itulah dia telah benar-benar berakhlak mulia.

 

Dasar dan langkah awal untuk mencapai tingkat seperti ini manusia harus berusaha memperluas hatinya sehingga berbagai akhlak mulia ini menjadi watak dan sifatnya. Yang dimaksud dengan memperluas hati adalah usaha untuk meninggalkan semua keinginan dan kerakusan nafs, serta mendidik nafs untuk mampu melakukan hal-hal yang tidak disukainya dengan mengamalkan thariqah dan syariat. Setelah nafs terbiasa dengan berbagai kebaikan tersebut, maka pada dirinya akan muncul berbagai akhlak mulia dan bersinar cahaya asma Allah. Sepanjang hidupnya pun dia merasa cukup dengan Allah, berakhlak mulia secara sempurna. Dirinya menjadi gudang permata dan kain yang indah.

Jalan Menuju Taubat

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ra berkata:

Motivasi tobat sangat banyak, tetapi penyebab yang paling kuat adalah renungan (fikr). Renungkanlah berbagai nikmat yang diberikan Allah kepadamu sejak engkau berupa mani, menjadi manusia sempurna yang lahir ke alam ini dan berbagai nikmat lainnya yang kau peroleh hingga saat ini. Renungkanlah semua nikmat Allah dalam setiap masa pertumbuhanmu. Sebab, dalam setiap napas terdapat banyak nikmat Allah. Andaikata tidak ada nikmat itu, maka engkau tidak akan pernah terwujud. Jika engkau renungkan semua ini, maka dalam dirimu akan muncul rasa cinta kepada Allah. Karena, sudah menjadi watak hati untuk mencintai siapa pun yang berbuat baik kepadanya,, sebagaimana sabda Rasulullah saw. Dan pada hakikatnya yang berbuat baik kepadamu adalah Allah Ta’ala.

Read more

1 2 3 4 5 10