Umur Manusia, Keadaannya Dan pergolakannya

Ketauhilah, setelah kami menyelidiki tentang umur manusia yang telah di capai anak adam, ataupun yang telah ia melaluinya, terbagi lima bagian. Pada tiap-tiap bagian dari umur-umur itu terdapat berbagai  pergolakan dan keadaan yang terus di alami oleh tiap-tiap seorang daripadanya, ada yang berlainan, ada yang bersamaan dan ada pula setengahnya sama dan setengah nya tidak sama.

Umur pertama: Dari sejak Allah Ta’ala menciptakan Adam a.s. dan di bekalkan zuriat pada tulang punggungnya. Di antara zuriat yang bahagia dan zuriat yang celaka. Maka zuriat itupun berpindah pindah terus-menerus dari tulang sulbi lelaki ke dalam rahim wanita, dan dari rahim wanita ke tulang sulbi lelaki, sehingga lahirlah tiap-tiap orang dari antara ayah dan ibunya.

Read more

KH. Abdul Hannan Sa’id (1923-2000)

kh andul hannan sa'idKH. Abdul Hannan Sa’id bin H. Sa’id bin Kasiman bin Qadim lahir di Serang Banten pada 04 April 1923. Ia memulai pendidikan formalnya di sekolah dasar pada usia 8 tahun dan selesai pada tahun 1936. Dalam bidang agama Hanan Sa’id belajar kepada KH. Tb. Sholeh Makmun di Pesantren Qur’an Lontar Serang Banten hingga khatam 30 juz selama 9 tahun.

Di Usia 19 tahun, atau tahun 1942 ia mulai mengajar di Madrasah Al-Ihsaniyah Serang Banten. Pada tahun 1950 ia pindah ke Tambun Bekasi dan mengajar di Madrasah An-Nasyi’ah. Di Tambun Bekasi, ia menikah dengan Siti Nurjanah binti Akhir pada 15 November 1950 dan dikaruniai 5 orang putra. Pada 7 Agustus 1975 istrinya, Siti Nurjanah wafat kemudian Hannan Sa’id menikah kembali pada 12 November 1975 dengan Siti Umayyah binti H. Nalim, perempuan Betawi Kampung Baru Sukabumi Udik (Selatan) Jakarta Barat dan mendapat keturunan 3 orang putra dan 2 orang putri. Penulis adalah anak kedua dari pernikahan Hanan Sa’id dengan Siti Umayyah.

Read more

KH. Abdul Rasyid Ramli (1922-2006)

kh abdul rasyid ramliKH. Abdul Rasyid Ramli lahir di Kampung Mangga, Tugu Selatan, Koja Jakarta Utara pada tahun 1922. Ayahnya bernama H. Ramli bin H. Sa’inan dan Ibunya bernama Hj. Jahariyah binti H. Jahari (Guru Ja’ang). Ayahnya pernah belajar di Makkah selama tiga tahun dan sekembalinya ke tanah air ia menikah dan menjadi guru mengaji di kampungnya.

 Ayahnya menyerahkan Rasyid kepada Guru Nausin untuk mengaji sampai usia baligh dan melanjutkan mengaji sekaligus nyantri di Madrasah Islam Wal Ihsan yang dipimpin dan diasuh oleh KH. Abdul Salam bin H. Hasni yang dikenal oleh masyarakat Betawi dengan sebutan Guru Salam Rawa Bangke (Rawa Bunga) Jatinegara selama 6 tahun.

Read more

1 2 3 46