ALI IBN RABBAN AL-TABARI (838-870)

— Pakar Kedokteran —

Al-Tabari adalah guru dari dokter yang terkenal Zakariya Al-Razi (Rhazes). Keberuntungan rupanya lebih berpihak pada murid dari pada gurunya dalam hal kemashuran. Dibandingkan dengan Al Razi orang tidak banyak mengenal gurunya yaitu Ali bin Rabban.

Nama belakang Ali bin Rabban adalah Abu Al- Hasan, nama lengkapnya Abu al-Hasan Ali Bin Sahl Rabban Al-Tabari. Dilahirkan pada tahun 838, ayahnya berasal dari keluarga Yahudi terkemuka. Keturunan dan simpati yang melekat pada sifatnya segera membuat orang di zamannya menyukainya sehingga mereka biasa menyebutnya Rabban yang berarti “pemimpin saya”.

Orang tua Ali Ibn Rabban berasal dari kota Merv (Tabristan), Rusia sekarang. Ayahnya adalah seorang dokter yang sangat berhasil dan berbakat dan dikenal dengan karyanya dalam seni kaligrafi. Dia terpelajar dalam bidang astronomi, filsafat, matematika dan sastra. Ayahnya menulis beberapa artikel berupa komentar ilmiah mengenai buku Batlemus yang berjudul Al-Mijasti, yang menjelaskan sebagian dari poin-poin yang lebih rinci yang tidak dipahami dengan baik oleh penerjemahnya sebelumnya.

Setelah mendapatkan pendidikan dalam disiplin ilmu kedokteran dan kaligrafi dari ayahnya Sahi yang cerdas dan mencapai kesempurnaan di bidang-bidang ini. Dia juga menguasai bahasa Syria dan Yunani sampai tingkat kefasihan yang tinggi.

Ali berasal dari keluarga Israel. Karena telah memeluk Islam, dia digolongkan sebagai Ilmuwan Muslim. Keluarga ini tinggal di kota Merv yang terkenal diTabristan.

Karya Al-Tabari yang terkenal di seluruh dunia terdiri dari 7 jilid berjudul Firdaus al-Hikmat dan merupakan ensiklopedia kedokteran pertama yang memasukkan beberapa cabang ilmu kedokteran. Karya ini diterjemahkan dan diterbitkan untuk pertama kali pada abad ke 20. Sebelum penerbitan ini, hanya lima dari manuskrip aslinya yang ditemukan yang tersebar di perpustakaan seluruh dunia. Dr. Mohammed Zubair Siddiqui baru-baru ini telah membandingkan dan mengedit manuskrip-manuskrip tersebut. Di dalam pendahulunya, Dr. Siddiqui telah memberikan informasi yang sangat berguna mengenai ensiklopedia ini dan penulisnya. Bila perlu, dia mrnambahkan catatan penjelasan untuk memudahkan publikasi karya ini dengan standart penerbitan modern. Karya yang unik ini kemudian diterbitkan di Eropa Barat atas kerjasama lembaga-lembaga Inggris dan Jerman.

Berikut ini merupakan rincian dari ke tujuh jilid tersebut:

Jilid Satu: Kulliyat-e-Tibb. Jilid satu ini membahas pengetahuan kontemporer mengenai ilmu kedokteran. Di zaman tersebut prinsip-prinsip ini merupakan dasar bagi ilmu pengetahuan kedokteran.

Jilid Dua: Penjelasan mengenai organ tubuh manusia, aturan untuk menjaga kesehatan, dan penjelasan komprehensif mengenai penyakita otot tertentu.

Jilid Tiga: Diskusi dan rekomendasi makanan untuk kesehatan dan pencegahan penyakit.

Jilid Empat: Pembahasan mengenai semua penyakit dari kepala sampai ke kaki. Jilid ini paling berharga dan mempunyai arti penting dari keseluruhan buku. Jilid empat ini dibagi menjadi dua belas (12) bagian:

  1. Sebab-sebab umum yang berhubungan dengan munculnya penyakit;
  2. Penyakit kepala dan otak;
  3. Penyakit yang berhubungan dengan mata, hidung, telinga, mulut dan gigi;
  4. Penyakit-penyakit otot (kelumpuhan dan kejang-kejang);
  5. Penyakit-penyakit daerah dada, kerongkongan dan paru-paru;
  6. Penyakit-penyakit perut;
  7. Penyakit-penyakit hati;
  8. Penyakit-penyakit kantong empedu dan ginjal;
  9. Penyakit-penyakit usus;
  10. Berbagai jenis demam;
  11. Aneka macam penyakit – termasuk penjelasan ringkas mengenai organ tubuh;
  12. Pemeriksaaan denyut nadi dan urine; Bagian ini merupakan bagian terbesar dan hampir separuh dari keseluruhan buku.

Jilid Lima: Uraian mengenai wangi, rasa dan warna

Jilid Enam: Obat-obatan dan racun-racun

Jilid Tujuh: Aneka topik mengenai perawatan kesehatan. Mencakup diskusi mengenai iklim dan astronomi, dan tinjauan ringkas mengenai kedokteran India.

Meskipun Al-Tabari menulis Firdaus Al-Hikmat dalam bahasa Arab tetapi secara bersamaan ia menerjemahkannya ke dalam bahasa Syria. Dia menulis dua karya lagi, Din wa Daulah dan Hifz Al-Shehhat. Yang terakhir ini tersedia dalam bentuk manuskrip di perpustakaan Oxford University. Di samping ilmu pengetahuan kedokteran, Beliau juga seorang pakar Filsafat, Matematika, dan Astronomi. Beliau meninggal pada tahun 870.

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *