Adab Minum

Ada beberapa sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam ketika seseorang sedang minum, pertama dia membaca Bismillahirrahmanirrahiim kemudian minum pakai tangan kanan, jangan minum pakai tangan kiri. Karena Rasulullah mendahulukan tangan kanannya untuk dalam segala hal yang baik dan menjadikan tangan kirinya untuk hal yang buruk hal yang kotor khususnya untuk kemaluannya.

Dahulu ada seorang keras kepala ketika disuruh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam makan menggunakan tangan Kanan, Nabi berkata “ Qulbiyaminik..makan dengan tangan kanan mu” namun orang itu tetap keras kepala makan menggunakan tangan kirinya. Nabi berkata lagi “ Qulbiyaminik..makan dengan tangan kanan mu” dia tetap masih menggunakan tangan kiri, lalu Nabi berkata lagi “ Qulbiyaminik..makan dengan tangan kanan mu”, orang itu malah mencari alasan jika dia tidak bisa makan menggunakan tangan kanannya, dia berkata dengan kesombongan ”Saya tidak bisa ya Rasulallah” padahal dia mampu melakukan makan menggunakan tangan kanannya, namun hanya karena kebiasaan dia makan menggunakan tangan Kiri. Akhirnya Nabi Muhammad berkata: “Selamanya engkau tidak akan pernah bisa”, saat itu juga tangan Kanannya kaku tidak bisa ditekuk sampai akhirnya meninggal dunia,..Naudzubillah.

Karena itu biasakan anak-anak kita minum menggunakan tangan kanan.  Bagaimana apabila tangan Kanan kita sedang kotor ketika makan lalu kita hendak minum sesuai sunnah dengan tangan Kanan, maka ambillah gelas dengan tangan Kiri lalu tangan kanan menahannya sehingga tangan kiri hanya sekedar sebagai penopang agar gelas tidak jatuh dan tangan kanan digunakan sebagai pendorong sehingga bisa minum. Dengan demikian minumnya bukan memakai tangan Kiri sebab tangan kiri hanya sekedar memegang dan tangan kanan digunakan untuk mendorong gelas agar bisa diminum. Dan ini adalah sunnahnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam.

Adapun ketika minum sunnahnya adalah mengucapkan Bismillah dan meneguk tiga kali lalu mengucapkan Alhamdulillah setiap selesai satu tegukan. Jangan bernafas di dalam gelas namun bernafaslah di luar gelas. Selepas minum air minimal kita mengucapkan Alhamdulillah atau membaca do’anya :

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَهُ عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا اُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami.”

Diriwayatkan dalam hadist Bahwa sesungguhnya Allah ridho kepada hambanya ketika dia makan kemudian dia mengucapkan Alhamdulillah. Terkadang ada orang ketika minum dia memalingkan wajahnya dari orang-orang dengan alasan untuk menghormati orang lain maka ketahuilah ini bukan bagian dari sunnah sebab minum itu bukan perbuatan maksiat atau memalukan sehingga kita memalingkan wajah kita. Maka jangan memalingkan wajah dari orang-orang ketika minum.

Kemudian sebelum dan sesudah makan kita dianjurkan mencuci tangan. Lebih bagus kalau menuangkan air ke tangan kita  seperti air kran namun kalau tidak ada cukup memakai kobokan. Dan kita disunnahkan  mengucapkan terimakasih atau  mendoakan orang yang menuangkan air cucian ke tangan kita atau yang membawakan kobokan untuk kita. Doakan apa saja yang terbaik untuknya.

Di  Hadramaut orang-orang berebut untuk menyiapkan air cuci tangan karena mengejar keberkahan do’a dari para guru dan orang Alim . Ini bagian dari sunnah-sunnahnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam tinggal kita menjalankannya.


sumber : Kajian Kitab Al Mukhtar Minal Anwar Fii Shohbatil Akhyar oleh Habib Ahmad bin Novel Jindan

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *