ABU ABDULLAH AL-BATTANI (858-929)

— Penemu Rasio Trigonometri —

Al-Battani, dikenal di Barat sebagai Albategnius, beliau seorang ahli astronomi dan matematika terkenal. la dikenal sebagai ahli astronomi terbesar dizamannya dan salah seorang yang terbesar di Abad Pertengahan. Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan al-Battani dilahirkan sekitar tahun 858 di atau dekat Battan, negara Harran. Beliau termasuk keluarga Sa’bi yang terhormat dari Harran dan beliau adalah seorang Muslim. Al-Battani pertama-tama dididik oleh ayahnya Jabir Ibn Sin’an al-Battani, yang juga merupakan seorang ilmuwan terkenal. la kemudian pindah ke Raqqa, yang terletak di tepian sungai Eufrat, dimaria dia memperoleh pendidikan tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Pada akhir abad ke 9, beliau pindah ke Samarra, tempat ia bekerja di sana sampai meninggalnya pada tahub 929.

Al-battani melakukan observasi dan studinya di Al-Raqqah dari tahun 877 sampai 929 dan melakukan banyak penemuan ilmu astronomi. Menurut Prof. Phillip Hitti, “Dia melakukan beberapa perubahan terhadap Ptolomues, meluruskan perhitungan untuk orbit bulan dan planet-planet tertentu. Dia membuktikan kemungkinan annular eclipse matahari dan menentukan secara lebih akurat obliquity musim dan orbit rata-rata ecliptic, lamanya tahun tropis dan orbit matahari sebenarnya dan rata-rata.” Perhitungan yang sangata akurat mengenai tahun matahari 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik adalah sangat dekat dengan perkiaan terakhir. Dia menemukan bahwa longitude dari apogee Matahari telah meningkat sampai 16˚47’ sejak Ptolomeus. Ini menyimpulkan penemuan penting menganai gerak matahari epsides dan variasi lambat dalam persamaan waktu. Dia tidak percaya pada ketakutan terhadap equinoxes, meskipun Copernicus, beberapa abad kemudian, mempunyai pemahaman yang salah tersebut.

Bertentangan sekali dengan Ptolomeus, Al-Battani membuktikan variasi diameter matahari angular yang terlihat dan kemungkinan annular eclipse. Dia merevisi orbit Bulan dan planet-planet dan megusulkan teori baru dan sangat cerdas untuk menentukan kondisi dapat terlihatnya bulan baru. Dunthrone, pada tahun 1749, menggunakan pengamatan Al-Battani yang baik sekali mengenai gerhana bulan dan matahari untuk menentukan gerak bulan. Dia menentukan banyak koefisien dengan akruasi yang lebih besar Prescession of Equinoxes 54,5″ setahun dan incklinasi sebesar Ecliptic 25˚ 35′. Al-Battani juga memberikan solusi yang sangat cerdas terhadap permasalahan trigonometri ruang dengan menggunakan metode proyeksi orthografis. Dari penyelidikan terhadap karya Al-Battani mengenai gerak  nyata dari bintang tetap sehingga Hevilius  menemukan variasi sirkulasi bulan.

Kemashuran Al-Battani paling besar dalam matematika dengan penggunaan rasio trigonometri sebagaimana kita gunakan sekarang. Dia merupakan orang pertama yang mengganti penggunaan busur Yunani dengan Sinus, dengan pemahaman yang jelas mengenai keunggulannya. Dia juga mengembangkan konsep Cotangent dan memberikan tabelnya dalam derajat.

Joseph Hell mengatakan bahwa “di dalam bidang trigonometri teori Sinus, Cosinus dan Tangen merupakan bidang yang dikuasai orang Arab”. Zaman yang cemerlang dari Peurbach, Regiomontanus, Copernicus, tidak dapat diingat tanpa mengingatkan kita mengenai kerja yang mendasar dan pendahuluan oleh ahli Matematika Arab.

Al-Battani menulis banyak buku mengenai astronomi dan trigonometri. Bukunya yang paling terkenal adalah mengenai karya astronomi dengan tabel-tabel, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke 12 dan dikenal dengan judul ‘De Scienta Stellarum – De Numeris Stellarum et motibus.’ Buku ini dicurahkan untuk Trigonometri. Terjemahan lama dari buku ini tersedia di Vatican. Bukunya yang lain adalah Al-Zij yang diterbitkan oleh C.A. Nullino di Roma pada tahun 1899. Karyanya mengenai astronomi sangat berpengaruh di Eropa sampai Renaissance dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Beer dan Madler di dalam karya mereka yang terkenal Der Mond (1837) menyebutkan salah satu dari cirri-ciri permukaan menurut nama Al-Battani (Albategnius). Ini merupakan nama dari sebuah dataran yang diameternya 80 mil pada Seksi 1, yang dikelilingi oleh  gunung yang tinggi sepuluh ribu sampai empat belas ribu kaki, beberapa kawah dan lubang berbentuk ceper. Penemuan orisinil Al-battani baik dalam Astronomi maupun trigonometri merupakan konsekwensi yang penting  bagi pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di abad Pertengahan. Copernicus di dalam di dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Clestium’ mengungkapkan pengakuannya terhadap Al-Battani.

 

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *