Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan Sabtu Sore

Nasihat Habib Ahmad bin Nouvel Jindan

Penutupan Sementara

Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan Sabtu Sore

Sabtu, 7 Juni 2014

Sore ini adalah penutupan sementara pengajian kita di wakaf, kita akan sangat rindu, tau yang bikin rindu apa? Pertama kita tutupnya di awal banget yaitu di awal sya’ban, yang kedua yang bikin kangen bukanya nanti belakangan banget. Saya merasa dan saya yakin temen-temen juga merasa kenikmatan yang ada disini. Bagaimana tidak, jika kita tidak merasakan kenikmatan disini kita tidak akan hadir disini setiap sabtu. Saya dateng dari jauh, dari ciledug. Berangkat dari rumah jam dua kadang sampai sini jam empat atau setengah lima, kenapa kita ladenin karena nikmat, kita tidak berasa ada di dunia. Dua puluh empat jam kita sibuk dengan dunia kita ketika masuk disini hilang semua urusan dunia seakan kita tidak berada di dunia, seakan akan kita di syurga. Sehingga jika ada dari salah satu dari kita saat ini bersumpah sedang di syurga dia tidak dusta. hanya  mungkin dosa yang sudah terlalu banyak berada di hati kita, kita tidak merasakan nikmatnya tapi jika hati kita bersih dari kotoran kita akan sadar bahwa kita sebenarnya ada di syurga, syurga dengan arti kata sesungguhnya. Sebab yang bilang bukan ane, tapi Rasul SAW “Jika kalian melewati taman syurga maka mampirlah, apa itu taman syurga, perkumpulan dzikir dan perkumpulan ilmu”. Walau ni hati sudah numpuk akan kotoran tapi sedikit kita akan merasakannya. Ya Robb semoga kenikmatan ini tidak akan hilang dari hati kita.

Kenapa kita libur? Kita libur banyak hikmahnya, Rasulullah saw dulu juga begini. Di Shahih Bukhori Sayidina Abu Hurairah ra mengatakan “Rasul SAW tidak setiap hari memberi nasihat, tidak setiap hari membuat majelis tetapi di gilir oleh Beliau saw karena di khawatirkan bosan” coba bayangkan siapa yang akan bosan memandang nabi, tidak ada yang bosan. Tapi walau demikian Nabi saw masih melakukan itu. Dulu saya punya abah selalu bilang kalo ente ceramah jangan kepanjangan berhentilah ketika orang sedang asyik supaya dia kangen.

Kemudian tujuan kita tutup sementara adalah untuk mengatur waktu dan menerapkan apa yang telah di pelajari disini, kita pelajari satu persatu dan kita terapkan. Jika memang sudah kita terapkan Alhamdulillah, jaga terus sampai mati jangan kita tinggalkan. Yang belum kita jalanin kita latihan menjalankannya yang kebetulan sebentar lagi datang bulan Ramadhan dan di bulan ini Allah memudahkan segalanya bagi kita karena syaitan diikat dan dibelenggu, nafsu dikekang oleh lapar, pintu langit dibuka supaya doa diijabah, pintu syurga di buka yang anginnya menghembus agar makin semangat kita dalam beribadah. Di bulan Ramadhan ini saat ketika penghalang-penghalang kita disingkirkan oleh Allah dan kemudahan diberikan mari bergegas kita menjalani apa yang belum kita jalani dari ilmu yang kita punya yang kita pelajari selama ini maka jalanilah di bulan Ramadhon. Sehingga selesai Ramadhan itu semua sudah bercampur dengan darah daging kita. Inilah salah satu tujuannya pengajian kita tutup sementara.

Dan juga hal terpenting lainnya, Ramadhan ini kita jadikan untuk berhenti meroko. Buat program dengan sebaiknya, wallahi hidup enak tanpa merokok, belum tentu kita bertemu Ramadhan tahun depan maka dari sekaranglah buat program berhenti merokok.

Satu lagi yang saya ingin mengingatkan bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an bukan bulan televisi atau bulen sinetron. Ente liat, selain dari bulan Ramadhan televisi tidak ada yang 24 jam, tapi Ramadhon beberapa stasiun televisi 24 jam. Malu kita, syaitan sudah siap-siap dari sebelum Ramadhon sedangkan kita belum siap-siap. Ente bayangkan gara-gara sinetron kita sembahyang teraweh terburu-buru kalaupun tidak terburu-buru ketika sujud kita akan selalu memikirkan sinetron. Alangkah indahnya hidup tanpa televisi. Semoga kita selalu di jaga oleh Allah SWT

>>>DOWNLOAD MP3<<<

Share Button
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *