Jangan Pandang Bulu Dalam Menjamu Saudara

Kajian Kitab Al Mukhtar Minal Anwar Fii Shohbatil Akhyar

Oleh Habib Ahmad bin Nouvel Jindan

Di Majelis Wakaf Habib Salim bin Ahmad Jindan

Sabtu, 24 Mei 2014

 

C360_2014-05-24-17-13-12-300Hak persaudaraan, apabila ia datang kepadamu maka jamu dia dan muliakan dia. Siapapun dia dan jangan pandang bulu, letakkan setiap orang ditempatnya. Jangan yang hanya kita jamu dan kita hormati yang datang kepada kita adalah seorang pejabat atau seorang yang kaya. Rasulullah SAW bersabda , “Jika datang kepadamu seorang yang terhormat maka hormati dia sesuai dengan tempatnya”.  Namun zaman sekarang  zaman yang membingungkan, banyak ulama yang berbicara politik seperti pejabat sehingga kita bingung untuk menempatkannya di tempat yang mana, di tempat ulamakah atau di tempat pejabat.  Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang bersikap tawadhu (merendah diri) kepada orang kaya yang sholeh tetapi ketawadhuannya bukan karena ke sholehannya si kaya tapi karena kekayaannya, maka sungguh dua pertiga iman yang ada pada dirinya telah hilang”. Rasulullah SAW jika di panggil oleh si miskin maka beliau cepat mendatanginya. Bandingkan dengan diri kita  yang selalu mempunyai prasangka jika di panggil oleh si miskin.

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda “Tiga kelompok orang yang Allah tidak akan memandang dan memberi perhatian kepadanya. Yang pertama siapa orang yang mempunyai air lebih tetapi tidak mau memberi kepada musafir. Yang kedua adalah seseorang yang membaiat orang lain untuk menjadi pemimpin namun ia tidak membaiat seorang pemimpin ini melainkan untuk tujuan dunia. Dan yang ke tiga adalah orang yang berjualan setelah ashar dan bersumpah palsu”

Al Imam Haddad berkata “Bersihkan engkau punya hati dari kecintaan terhadap dunia yang telah merusak pemikiran dari sebagian besar kaum muslimin, sehingga mereka menganggap dunia adalah puncak dari segala harapan, mereka berikan kepada dunia segala yang mereka miliki, jiwa, raga, pemikiran, waktu untuk dunia padahal dunia itu dimata Allah lebih hina dari sayap nyamuk”. Inilah keadaan zaman sekarang dan inilah yang merusak kita. Ya Allah mudah mudahan kita di jaga dari ini penyakit. Bukan hanya dijaga karena kita sudah kena dengan penyakit ini, semoga Allah menyembuhkan kita dari penyakit ini, Jangan sampai tertular dan jangan sampai menularkan.

>>>DOWNLOAD TAUSYIAH<<

Share Button
Share